Fayakhun Sebut Negara Lain Berlomba Memperkuat Pertahanan Cyber
Fayakhun Andradi, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, dalam ulasan sebelumnya mengutip Clarke, yang menyebutkan tiga parameter untuk mengukur pertahanan maya sebuah negara. Pertama, offense. Kemampuan sebuah negara untuk melakukan penyerangan terhadap sistem jaringan komputer negara lain. Kedua, defense. Kemampuan utuk bertahan dari segala potensi serangan yang datang dari luar. Ketiga, dependence. Tingkat ketergantungan terhadap sebuah sistem atau jaringan.
Fayakhun kemudian
menjelaskan hasil penelitian Clarke mengenai gambaran kekuatan pertahanan cyber
5 negara, dengan spesialisasi pada tiga parameter diatas. Amerika dan Rusia
memiliki kemampuan yang tinggi dalam hal offense. Sementara dalam
hal defense, Tiongkok dan Korea Utara sangat kuat. Korea Utara, Iran, dan
Rusia memiliki kemampuan yang unggul dalam aspek dependence. Jadi,
kompetisi pada era pertahanan cyber ini sangat ketat dan fokus pada tiga
parameter tersebut. Negara yang memiliki kekuatan tinggi dalam
hal offense, defense, dan dependence akan unggul di tingkat
global.
“Hingga kini beberapa negara telah sistem pertahanan maya
yang serius dan terintegrasi. Di antaranya, AS, Tingkok, dan Rusia. AS memiliki
United States Cyber Command (USCYBERCOM) yang berada di bawah naungan United
States Strategic Command (USSTRATCOM). Pemerintah AS menyadari bahwa mereka
tidak akan mampu mempertahankan dominasi globalnya jika tidak melengkapi
dirinya dengan performa maya yang tangguh,” ulas Fayakhun.
Fayakhun melanjutkan, bahwa Tiongkok tak kalah sigap
mempersiapkan pertahanan cybernya melalui pasukan maya yang populer dengan
sebutan Blue Army. Beberapa kali, pasukan ini menghebohkan jagad maya global.
Salah satunya melalui operasi Ghostnet. Tiongkok dikenal sangat gencar merekrut
sumber daya manusia brilian dalam menembus pertahanan maya (hacker).
Dengan predikat calon kekuatan baru dunia di masa depan, Tiongkok sadar bahwa
hal itu dapat tercapai hanya jika negeri itu juga menguasai format dunia masa
depan : maya.
Kemudian Israel juga salah satu kekuatan
penting cyber dunia. Dibawah koordinasi Israel Defense Force (IDF),
unit khusus maya bernama Unit 8200 diduga mendalangi serangan Stuxnet ke Iran
pada tahun 2011. Israel juga memiliki pertahanan maya anti serangan udara
musuh. Rusia memiliki kapasitas pertahanan cyber yang juga kuat. Unit
khusus Russian Cyber Forces di antaranya. Estonia pernah dibuat kacau balau
oleh gempuran pasukan maya Rusia.
Dalam pandangan Fayakhun, semua unit pertahanan maya yang
didirikan negara-negara tersebut memiliki misi yang sama, yakni
bertanggungjawab mempersiapkan negara untuk memiliki kemampuan bertahan dan
menyerang yang maksimum dalam spektrum dunia maya.
Komentar
Posting Komentar