Fayakhun Andriadi : Kokohkan Kebangsaan dengan Akhlak Mulia
Kejayaan seseorang juga terletak pada akhlaknya yang baik.
Akhlak yang baik selalu membuat seseorang menjadi aman, tenang, dan tidak
adanya perbuatan yang tercela. Seseorang yang berakhlak mulia selalu
melaksanakan kewajiban-kewajibannya. Dia melakukan kewajiban terhadap dirinya
sendiri yang menjadi hak dirinya, terhadap Tuhan yang menjadi hak Tuhannya,
terhadap makhluk lain, dan terhadap sesama manusia.
Begitu pentingnya akhlak di dalam kehidupan, maka akhlak
perlu diimplementasikan di dalam berbagai lini kehidupan agar tercapai
kehidupan yang bahagia, tidak terkecuali di dalam bidang pendidikan. Pendidikan
harus menjadikan akhlak yang mulia sebagai salah satu tujuan yang semestinya
dicapai. Beruntung, sistem pendidikan di Indonesia telah merespon hal tersebut.
Akhlak mulia sudah menjadi salah satu tujuan pendidikan nasional.
Mengingat pentingnya akhlak mulia ini, Fayakhun Andriadi
dalam ulasannya di fayakhun.com, memberi komentar : “sungguh, sebagai bangsa,
kita perlu menguatkan diri dengan nilai luhur dan akhlak mulia seperti ini.
Tugas kita membangun bangsa masih banyak.” Lebih jauh Fayakhun juga mengajak agar
segenap bangsa Indonesia benar-benar mengimplementasikan akhlak dalam
kehidupannya. Akhlak tidak hanya sebatas wacana dan pemahaman, tetapi harus
diwujudkan dalam tindakan nyata. Dengan implementasi akhlak mulia dalam
kehidupan berbangsa, Fayakhun berharap agar Indonesia bisa lebih maju, lebih
kompetitif, dan terhindar dari konflik internal.
Ulasan Fayakhun mengenai pentingnya akhlak tersebut tidak
lepas dari apresiasinya atas sikap KH. Mustofa Bisri yang mau memaafkan orang
yang telah menghinanya di media sosial. Gus Mus, sapaan akrab KH. Mustofa
Bisri, dalam akun twitternya pernah menyindir gerakan Islam yang hendak
melakukan aksi melakukan shalat jum’at di jalan raya. Bagi Gus Mus, hal
tersebut merupakan bid’ah dalam agama Islam. Sontak hal tersebut mendapat
respon dari netizen dengan nada hinaan.
Menanggapi hal tersebut, Gus Mus bukannya marah, justru
malah ia bermuhasabah dan memaafkan orang yang menghinanya. Inilah yang membuat
salut Fayakhun Andriadi dan berharap agar bangsa ini memiliki sosok-sosok yang
berjiwa besar seperti beliau sehingga Indonesia tetap tentram.
Komentar
Posting Komentar