Fayakhun Andriadi Dorong Kemandirian BUMNIP


Ketua DPD Partai Golkar, Fayakhun Andriadi, tidak hanya menolak rencana impor alutsista oleh pemerintah pada tahun 2011 lalu, ia juga mendorong agar BUMNIP semakin berdaya dan mandiri sehingga mampu memenuhi kebutuhan alutsista dalam negri. Lewat akun pribadinya di kompasiana.com, ia menyajikan data-data mengenai kemajuan industri pertahanan Indonesia. Fayakhun menulis : 
“Indonesia memiliki capaian kemajuan yang sangat penting dalam pengembangan industri pertahanannya. Jauh sebelum Orde Baru berkuasa, Indonesia telah mengembangkan industri dalam bidang ini, yaitu pada tahun 1954 dan 1958, dimana putra-putri Indonesia berhasil membuat pesawat latih dasar. Baru pada masa Orde Baru, tahun 1976, Indonesia mampu membuat sejumlah pesawat, helikopter, komponen pesawat, prototype panser, misil, roket, torpedo, dan alutsista lainnya. Industri ini dikembangkan oleh PT Nurtanio, kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (PT IPTN), dan kini bernama PT Dirgantara Indonesia (PT DI).”

fayakhun melanjutkan : “Yang sangat membanggakan adalah Indonesia sesungguhnya sudah mampu membuat pesawat yang standar mutunya telah diakui kalangan dunia internasional. Sejumlah negara-negara di Asia, Eropa, dan Timur Tengah banyak yang memesan produk-produk alutsista buatan putra-putri Indonesia. Di antaranya, Malaysia, Filipina, Brunei, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Turki yang memesan pesawat jenis  CN 235. Indonesia mengeskpor suku cadang untuk Boeing, Airbus, General Dynamic dan Fokker.”
Fayakhun juga menyinggung tentang ekspor yang dilakukan Indonesia. Fayakhun menulis : “Selain itu Indonesia juga mengekspor peluru ke Singapura, Bangladesh, dan Amerika.Panser  jenis Anoa 6x6 dipesan oleh Kerajaan Oman dan Malaysia. Demikian juga dalam produksi kapal, Indonesia mengekpor jenis kapal Chemical Tanker 6.200 DWT ke Italia. Belum lama ini, Burkina Faso-Afrika Barat, Senegal Afrika, memesan CN 235 jenis pesawat angkut militer VIP, Korean Coast Guard memesan CN 235 jenis Maritime Patrol Aircraft (MPA).” 
Data-data tersebut menurut Fayakhun menjadi bukti bahwa industri pertahanan dalam negeri sangat pantas dibanggakan karena mampu bersaing di kancah dunia internasional. “Hanya saja, kini terancam bangkrut, sehingga diperlukan komitmen dan keseriusan pemerintah dalam memajukan industri pertahanan dalam negeri dan menjaga nya agar tumbuh menjadi semakin besar,” lanjut Fayakhun.
Karena itu, ia berharap kominten dari pemerintah benar-benar terwujud. “Semoga ke depan komitmen dan keseriusan pemerintah mewujudkan cita-cita kemandirian alutsista Indonesia bisa berjalan konsisten,” pungkas Fayakhun.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fayakhun Andriadi : Kokohkan Kebangsaan dengan Akhlak Mulia

Fayakhun Andriadi, Sesalkan Penurunan Partisipasi Politik

Fayakhun Andriadi ; Perhatikan Nasib Pengusaha Kecil